Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Dinas PU Kukar Perkuat Sistem Drainase Terpadu, Fokus Kurangi Risiko Banjir di Tenggarong

Dinas PU Kukar Perkuat Sistem Drainase Terpadu, Fokus Kurangi Risiko Banjir di Tenggarong

Foto : Proyek perbaikan saluran irigasi di Tenggarong (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menanggapi persoalan banjir yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Tenggarong beberapa waktu lalu. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), strategi penanganan kini diarahkan pada penguatan sistem drainase terpadu di sejumlah titik rawan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus, menjelaskan bahwa karakteristik geografis Tenggarong yang dilintasi aliran Sungai Mahakam menjadi tantangan tersendiri. Lonjakan debit sungai berdampak langsung pada tidak berfungsinya drainase yang ada.

“Drainase yang kita bangun selama ini bekerja baik dalam kondisi normal. Tapi ketika air sungai naik, aliran balik terjadi dan menghambat pembuangan. Ini yang menyebabkan banjir di permukiman,” ujar Awang, Kamis (12/6/2025).

Sebagai solusi, pihaknya menyiapkan skema pengerjaan drainase baru di 10 titik penting. Proyek ini bukan hanya meliputi perbaikan saluran, tapi juga redesain sistem aliran agar terkoneksi secara menyeluruh, termasuk pembangunan kanal sekunder di kawasan Taman Kota Raja yang menjadi jalur kritis saat hujan ekstrem.

Wilayah seperti Loa Ipuh, Panji, dan Rapak Mahang juga masuk dalam daftar utama penanganan. Kawasan tersebut dinilai sebagai zona limpasan air yang tinggi dan memerlukan penataan drainase menyeluruh.

“Kita tidak ingin hanya tambal sulam. Maka pendekatan tahun ini kita susun berbasis peta sebaran genangan, dan itu sudah kita padukan dengan desain teknisnya,” jelas Awang.

Total anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan ini mencapai Rp64 miliar. Dana tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan fisik, tapi juga mencakup biaya konsultan perencana, pengawasan, dan aspek manajerial lainnya.

“Penanganannya bertahap, karena menyangkut sistem yang luas. Tapi kita pastikan desainnya sudah memperhitungkan potensi perubahan iklim dan peningkatan volume air permukaan,” katanya.

Dinas PU Kukar juga berencana melibatkan tim teknis lintas instansi dan masyarakat setempat dalam proses pemantauan dan evaluasi proyek. Langkah ini bertujuan memastikan proyek berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Target akhir kita bukan sekadar bangun drainase, tapi bangun sistem yang adaptif terhadap cuaca ekstrem. Kita ingin risiko banjir menurun drastis dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan