Muara Muntai Bersiap Jadi Tuan Rumah HKG PKK 2026, Panggung Kebangkitan Desa dan UMKM Lokal
TENGGARONG – Kecamatan Muara Muntai tengah bersiap menyambut momentum besar yang diyakini akan membuka ruang kolaborasi sekaligus mengangkat potensi desa. Untuk pertama kalinya, wilayah yang lekat dengan ikon jembatan kayu dan jalur air ini dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, saat menutup kegiatan HKG ke-53 di Muara Badak, akhir Mei lalu. Penunjukan ini menjadi bagian dari rotasi tahunan yang memberi ruang bagi setiap kecamatan untuk menunjukkan peran aktif dalam pembangunan berbasis keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, menyambut antusias kesempatan tersebut. Menurutnya, ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi peluang strategis untuk menampilkan jati diri kecamatan melalui kekayaan produk lokal dan partisipasi warga.
“HKG 2026 harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis desa. Kami ingin menampilkan potensi dari 13 desa kami, terutama sektor UMKM yang telah lama berkembang secara organik,” kata Mulyadi, Kamis (12/6/2025).
Beragam produk khas seperti amplang, olahan ikan, kerupuk tradisional, hingga kerajinan tangan berbasis bahan lokal akan dikurasi untuk ditampilkan selama perayaan. Bahkan sejak HKG 2025 lalu, desa-desa di Muara Muntai sudah mulai dilibatkan dalam pelatihan dan promosi produk.
Mulyadi juga menyampaikan bahwa infrastruktur masih menjadi tantangan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat yang dikenal memiliki budaya gotong royong kuat. Ia menargetkan musim kemarau tahun ini digunakan untuk memperbaiki akses darat dan mempersiapkan titik-titik utama acara.
“Empat desa akan kami kluster dalam satu rangkaian kegiatan. Ini akan jadi ajang unjuk kekompakan warga, dari perencanaan hingga pelaksanaan,” jelasnya.
Lebih dari itu, ia menilai kebijakan rotasi tuan rumah HKG PKK antar kecamatan sebagai strategi pembangunan yang inklusif. Tak hanya mendekatkan program ke masyarakat, tetapi juga mendorong geliat ekonomi lokal melalui kegiatan padat partisipasi.
“Kami tidak ingin hanya jadi tuan rumah biasa. Kami ingin tinggalkan kesan dan capaian yang bisa dirasakan masyarakat jangka panjang,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






