PR Besar Pemkab Kukar, Air Bersih Masih Jadi Tantangan di Wilayah Terpencil
TENGGARONG – Akses air bersih masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil. Hingga kini, masih banyak desa yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang layak.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, mengakui bahwa kondisi geografis Kukar yang luas menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan distribusi air bersih.
Dengan 193 desa dan 44 kelurahan yang tersebar di berbagai area, beberapa wilayah masih mengalami kesulitan akses, terutama dusun dan RT yang jauh dari desa induk.
“Jangkauan infrastruktur PDAM terbatas di beberapa daerah karena kondisi geografis yang menantang. Namun, kami tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi,” ujar Edi, Rabu (26/2/2025).
Sebagai langkah strategis, Pemkab Kukar mengandalkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) untuk menjangkau daerah yang belum tercover PDAM. Sejak 2022, sebanyak 42 unit PAMSIMAS telah dibangun, meningkat menjadi 60 unit pada 2024.
Namun, peningkatan kapasitas masih menjadi pekerjaan rumah. PAMSIMAS yang awalnya memiliki kapasitas 2 liter per detik perlu ditingkatkan hingga 5-10 liter per detik agar dapat memenuhi kebutuhan warga yang terus bertambah.
“Kami akan fokus pada optimalisasi PAMSIMAS dan layanan PDAM agar semua masyarakat, baik di desa induk maupun dusun terpencil, dapat menikmati akses air bersih,” tambah Edi.
Dengan upaya ini, Pemkab Kukar menargetkan agar masalah air bersih tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. (*)
(Adv/Diskominfo/Kukar)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






