Disperindag Lakukan Pemetaan Potensi Produk UMKM Unggulan di Kecamatan Sebulu
TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggali potensi ekonomi lokal dengan melakukan identifikasi produk unggulan di Kecamatan Sebulu. Salah satu temuan menarik dalam upaya ini adalah cobek kayu, produk kerajinan unik yang dihasilkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Sebulu Modern, yang kini mencuri perhatian untuk dipromosikan lebih luas.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, bersama tim akademisi dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), memimpin langsung pendampingan ini. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mendata pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM), sekaligus memberikan pembinaan yang dibutuhkan agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih besar.
“Cobek kayu dari Sebulu adalah salah satu produk unggulan yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan di tingkat regional hingga nasional. Kualitasnya sangat baik dan memiliki ciri khas yang membedakannya dari produk lain,” ujar Bustani, Senin (18/11/2024).
Pemetaan produk unggulan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Disperindag dan Unikarta. Tujuannya adalah membangun basis data yang kuat sebagai acuan promosi dan pengembangan ekonomi lokal. Sebulu menjadi fokus awal, namun Bustani menegaskan bahwa program ini akan diperluas ke kecamatan lain seperti Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, hingga Anggana.
“Kami ingin setiap kecamatan memiliki produk unggulan yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional. Data ini menjadi landasan untuk menyusun strategi promosi yang tepat sasaran,” tambahnya.
Disperindag Kukar berencana membawa produk seperti cobek kayu Sebulu ke berbagai acara pameran dan kegiatan promosi besar, termasuk di level provinsi dan nasional. Hal ini dilakukan untuk memperluas jaringan pemasaran, sekaligus memperkenalkan keunikan produk kerajinan khas Kukar kepada pasar yang lebih besar.
“Produk unggulan seperti cobek kayu ini harus mendapatkan perhatian lebih melalui promosi yang masif. Selain memajukan pelaku UMKM, ini juga cara kami memperkuat identitas lokal Kukar di mata masyarakat luas,” jelas Bustani.
Dengan pendampingan dan promosi yang terarah, Disperindag optimistis dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM dan IKM di Kukar. Program ini tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lebih solid bagi masyarakat lokal.
“Melalui langkah ini, kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha di Kukar dapat terus berkembang. Semakin kuat UMKM kita, semakin besar kontribusinya terhadap perekonomian daerah,” tutupnya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






