Ayyub Terus Lakukan Koordinasi, Program Gratispoll Pendidikan Pemprov Harap Tepat Sasaran
PALAGANMEDIA.ID, Samarinda – Memasuki 100 hari kerja pertama di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menuai beragam respons dari publik dan para wakil rakyat.
Salah satunya datang dari Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahrudin. Ia menilai, meskipun masa ini masih menjadi fase transisi dari pemerintahan sebelumnya, sejumlah program unggulan yang dijanjikan saat kampanye telah mulai bergerak dan dijalankan secara bertahap.
“Kita selalu mengawal program Gratispol dan Jospol. Memang belum menyentuh seluruh kalangan karena keterbatasan efisiensi pendanaan, tapi program ini dipastikan akan menuju tahun depan hampir 100 persen bisa digratiskan,” ungkapnya.
Ayyub, sapaan akrab Muhammad Husni Fahrudin, menyebut bahwa 100 hari pertama masa kerja Pemprov Kaltim saat ini berada dalam fase transisi yang penuh tantangan. Salah satu tantangan terbesar, menurutnya, adalah menyelaraskan program-program yang telah berjalan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan arah kebijakan pemerintahan baru.
“Kita lihat hampir setiap hari, mulai pagi sampai sore, Senin sampai Rabu, ada rapat yang mengakselerasikan visi misi gubernur dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam 2-3 bulan ke depan, akselerasi ini akan semakin terasa,” bebernya.
Ayyub menegaskan bahwa saat ini sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi. Program pendidikan gratis yang selama ini digaungkan, menurutnya, tak hanya sebatas pembebasan SPP, tetapi juga mencakup penyediaan seragam dan buku secara gratis bagi para siswa.
Tak berhenti di situ, Ayyub juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Ia menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, pendidikan gratis tak akan berjalan maksimal.
“Bapak Gubernur sudah memberikan arahan agar pembangunan fasilitas sekolah diarahkan pada hal-hal yang jelas orientasinya dan tidak mubazir. Kita ingin infrastruktur pendidikan ini betul-betul mendukung proses belajar mengajar,” jelasnya.
Dirinya ini menekankan akan terus bersinergi dengan Pemprov Kaltim guna memastikan program unnggulan gratispoll dapat berjalan efektif sehingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dapat diindahkan.
“Gratis pendidikan ini harus benar-benar gratis. Tidak hanya SPP, tapi semua kebutuhan pendidikan harus dipenuhi agar tidak ada beban bagi orang tua,” pungkasnya. (Ahmad/Adv/DPRDKaltim)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






