Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Kukar Hadapi Tantangan Sektor Pertanian, Pemkab Fokus Perkuat Fondasi dan Daya Saing Petani

Kukar Hadapi Tantangan Sektor Pertanian, Pemkab Fokus Perkuat Fondasi dan Daya Saing Petani

Foto : Ilustrasi kawasan pertanian di Kukar (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat langkah strategis untuk menjadikan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai pilar utama ekonomi daerah. Namun demikian, target ambisius yang dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026 masih menghadapi tantangan berat.

Dalam rapat paripurna DPRD Kukar, Selasa (25/3/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menyampaikan secara terbuka bahwa capaian sektor tersebut pada tahun 2024 baru menyentuh angka 2,94 poin dari target 6,60 poin, atau setara 44,56 persen.

“Memang belum mencapai yang kita harapkan, tapi ini bukan tanpa progres. Banyak langkah fundamental yang sudah kita bangun,” ujarnya.

Sunggono menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak bisa dilihat dari angka semata. Proses penguatan ekosistem, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pembenahan tata kelola, hingga peningkatan kapasitas SDM petani, memerlukan waktu dan konsistensi.

“Yang kita bangun sekarang adalah pondasi. Irigasi, jalan usaha tani, embung pertanian, dan distribusi Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) semuanya sedang berjalan. Targetnya bukan sekadar mengejar output, tapi menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa rendahnya capaian bukan karena stagnasi, tetapi lebih karena adanya tantangan struktural seperti fluktuasi harga komoditas, ketimpangan akses pasar, hingga rendahnya nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan (NTN).

“Stabilitas harga hasil pertanian adalah pekerjaan rumah terbesar kita. Kalau harga tidak berpihak pada petani, semaju apa pun teknologinya, mereka tidak akan merasakan dampaknya secara langsung,” tambahnya.

Meski begitu, Pemkab Kukar tetap optimistis target yang belum tercapai bisa dikejar dalam dua tahun ke depan. Strategi akselerasi pun mulai disiapkan, termasuk revitalisasi penyuluhan pertanian, insentif berbasis hasil, hingga penguatan kelembagaan tani dan nelayan.

“Kita akan maksimalkan kolaborasi lintas OPD dan memanfaatkan program nasional yang relevan. Kuncinya adalah konsistensi dan keberlanjutan,” tegasnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan