Jalan Rusak Akibat Truk Tambang, DPRD Kaltim: Jangan Korbankan Rakyat demi Korporasi
PALAGANMEDIA.ID, Samarinda – Suara keresahan warga Kalimantan Timur semakin lantang terdengar. Di berbagai daerah, kerusakan jalan kian parah akibat aktivitas truk-truk hauling milik perusahaan tambang dan perkebunan yang lalu-lalang di jalan umum.
Menanggapi kondisi ini, DPRD Kaltim menegaskan bahwa jalan umum adalah milik rakyat, bukan jalur eksklusif bagi perusahaan.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap perusahaan yang masih menggunakan fasilitas publik untuk kepentingan logistiknya.
“Jalan ini dibangun dengan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat. Bukan untuk dimonopoli perusahaan tambang. Kalau terus dibiarkan, rakyat yang jadi korban,” ujar Guntur.
Ia menekankan bahwa peraturan sudah jelas: setiap perusahaan tambang dan perkebunan wajib membangun jalan khusus untuk operasional mereka. Karena itu, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tetap membebani jalan umum.
Guntur pun menyatakan dukungannya terhadap langkah Gubernur Kaltim bila benar-benar akan menerapkan aturan ketat terhadap pelanggaran ini. Menurutnya, prinsip dasarnya adalah kemandirian perusahaan dalam bertanggung jawab atas aktivitasnya.
“Jangan biarkan rakyat menanggung akibat kerusakan jalan. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan bisnis,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan jalan umum oleh kendaraan berat tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan merugikan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kita tidak menolak investasi. Tapi pembangunan harus adil dan berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Guntur mendesak pemerintah daerah untuk lebih aktif mengawasi aktivitas perusahaan dan tidak ragu memberi sanksi bagi yang melanggar. Ia menilai hal ini sebagai bagian dari komitmen untuk melindungi hak masyarakat atas infrastruktur yang layak. (Ahmad/Adv/DPRDKaltim)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






