Disdikbud Kukar Fokus Kawal Transformasi Pemdidikan
TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melangkah maju dalam melakukan transformasi pendidikan. Tidak hanya berfokus pada aspek fisik, upaya yang dilakukan juga mencakup penguatan teknologi pembelajaran dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik, demi memastikan seluruh sekolah di Kukar mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan nasional.
Kepala Disdikbud Kukar, Tauhid Aprilian Noor, menegaskan bahwa pendidikan berkualitas harus dibangun dari berbagai sisi secara simultan. “Kami tidak ingin berhenti hanya pada pembangunan ruang kelas. Visi kami adalah menjadikan sekolah sebagai ruang yang modern, inklusif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Salah satu strategi andalan yang kini mulai diimplementasikan secara bertahap adalah integrasi teknologi digital ke dalam sistem pembelajaran. Beberapa sekolah telah mulai memanfaatkan perangkat Chromebook sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Penggunaan teknologi ini dianggap mampu membuka ruang pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual bagi siswa.
“Digitalisasi pendidikan adalah keniscayaan. Melalui teknologi, anak-anak kita diajak berpikir kritis, kreatif, dan tidak tertinggal dalam ekosistem global,” terang Tauhid.
Transformasi tidak hanya menyasar ruang kelas digital. Disdikbud Kukar juga mengebut perbaikan infrastruktur sekolah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah-wilayah pinggiran. Fokus diarahkan pada perbaikan ruang belajar, sanitasi, perpustakaan, dan laboratorium agar semua siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan setara.
Tak kalah penting, Disdikbud Kukar juga memberi perhatian khusus pada peningkatan kualitas guru. Melalui pelatihan rutin, guru-guru dibekali dengan keterampilan pedagogi digital dan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa abad ke-21.
“Guru adalah ujung tombak transformasi. Kalau kita ingin mencetak generasi unggul, maka guru juga harus terus berkembang. Pelatihan bukan sekadar formalitas, tapi proses peningkatan mutu berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Tauhid, perubahan besar di dunia pendidikan hanya bisa tercapai jika seluruh elemen masyarakat ikut terlibat. Oleh karena itu, ia mengajak dunia usaha, komunitas, dan orang tua untuk berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kemajuan anak-anak Kukar.
“Pendidikan yang berkualitas bukan semata soal anggaran, tapi soal kolaborasi. Kami percaya, jika semua pihak terlibat, transformasi ini akan terasa nyata hingga ke pelosok desa,” tutupnya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






