Darlis Tekankan Pentingnya Independensi Kampus dalam Pelaksanaan Program Gratispoll
PALAGANMEDIA.ID, Samarinda — Pelaksanaan program pendidikan gratis bagi mahasiswa baru di Kalimantan Timur atau yang dikenal dengan Gratispoll, menjadi sorotan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga independensi perguruan tinggi di tengah implementasi program yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.
Menurut Darlis, meski Gratispoll berpotensi meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam ketergantungan berlebihan pada anggaran pemerintah. Ia menekankan kampus harus tetap menjadi tempat berpikir kritis dan independen.
“Kita ingin mahasiswa mendapatkan pendidikan terbaik. Tapi jangan sampai perguruan tinggi kehilangan keberanian intelektualnya karena takut kehilangan anggaran,” kata Darlis.
Selain soal independensi, Darlis juga menyoroti teknis pelaksanaan Gratispoll. Salah satunya adalah mekanisme pengembalian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru jalur prestasi yang sudah lebih dulu membayar. Hingga kini, pengembalian tersebut masih menunggu rampungnya perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Kaltim dan perguruan tinggi.
“Dana UKT mahasiswa baru akan dikembalikan setelah PKS selesai. Kita targetkan paling lambat Agustus atau awal September sudah tuntas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Darlis juga memberi perhatian khusus pada syarat penerima beasiswa untuk jenjang pendidikan S3. Ia menilai syarat usia penerima beasiswa, khususnya bagi dosen dan guru, seharusnya tidak terlalu kaku.
“Banyak tenaga pendidik baru bisa melanjutkan studi setelah usia 40 tahun. Mereka masih produktif dan berkontribusi. Jangan sampai aturan yang terlalu kaku justru menghambat pengembangan kualitas SDM kita,” tegasnya.
Darlis pun menegaskan bahwa kualitas layanan akademik di kampus tidak boleh terganggu hanya karena ada keterlambatan anggaran. Ia meminta perguruan tinggi tetap menjalankan fungsi pendidikannya secara profesional.
“Ini bukan proyek fisik yang bisa ditunda. Kampus harus tetap memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa, walaupun administrasi pemerintah masih berjalan,” tambahnya.
Ke depan, Darlis mendorong adanya sinkronisasi antara kalender akademik kampus dengan siklus penganggaran pemerintah agar pelaksanaan program seperti Gratispoll bisa berjalan lebih lancar dan tepat waktu.
Ia memastikan DPRD Kaltim akan terus melakukan pengawasan agar program Gratispoll benar-benar berjalan adil, transparan, dan tepat sasaran, tanpa mengorbankan independensi lembaga pendidikan. (Ahmad/Adv/DPRDKaltim)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







