Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Penurunan Kemiskinan di Kukar, Pemkab Siapkan Strategi Lanjutan

Penurunan Kemiskinan di Kukar, Pemkab Siapkan Strategi Lanjutan

Foto : Sungai Tenggarong (Istimewa)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan menyiapkan strategi lanjutan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini dilakukan setelah data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin di Kukar pada tahun 2024 sebanyak 1.857 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan BPS, pada 2023 jumlah warga miskin di Kukar tercatat sebanyak 60.857 jiwa. Angka tersebut menurun menjadi 59.000 jiwa pada tahun 2024, dengan persentase tingkat kemiskinan yang turun dari 7,61 persen menjadi 7,28 persen.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti di sini dan telah menyiapkan strategi lanjutan untuk memastikan tren penurunan terus berlanjut.

“Penurunan angka kemiskinan ini adalah bukti bahwa program-program pemerintah telah berjalan dengan baik dan berdampak nyata bagi masyarakat. Namun, masih ada tantangan yang perlu kita hadapi bersama, sehingga strategi lanjutan perlu disiapkan untuk mempercepat pengurangan angka kemiskinan,” ujar Edi, Kamis (27/2/2025).

Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemkab Kukar akan mengoptimalkan sejumlah program, di antaranya:

* Peningkatan Program Padat Karya
Pemkab akan memperluas program padat karya guna menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.

* Pengembangan Pendidikan Vokasi
Untuk meningkatkan kualitas SDM, pemerintah akan memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

* Dukungan bagi Petani, Nelayan, dan UMKM
Pemkab Kukar akan terus memberikan bantuan berupa alat produksi, pelatihan, serta akses permodalan bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM agar mereka lebih produktif dan berdaya saing.

* Peningkatan Infrastruktur di Daerah Terpencil
Salah satu tantangan dalam pengentasan kemiskinan adalah aksesibilitas. Oleh karena itu, pemerintah akan memperkuat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

* Pemanfaatan Data Terpadu
Pemkab Kukar akan terus berkolaborasi dengan BPS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan bantuan dan program pengentasan kemiskinan benar-benar tepat sasaran.

Edi Damansyah berharap dengan strategi lanjutan ini, tingkat kemiskinan di Kukar dapat terus menurun hingga di bawah 7 persen pada tahun 2025.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras dan memastikan bahwa seluruh program berjalan dengan efektif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar,” tegasnya.

Keberhasilan Pemkab Kukar dalam menurunkan angka kemiskinan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang merasakan langsung dampak positifnya.

Nurdin, seorang petani di Kecamatan Loa Kulu, mengungkapkan bahwa bantuan pupuk dan pelatihan pertanian yang diberikan pemerintah telah meningkatkan hasil panennya.

“Bantuan dari pemerintah benar-benar membantu. Hasil panen saya meningkat, sehingga pendapatan keluarga kami juga lebih baik,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan, Pemkab Kukar optimistis angka kemiskinan akan terus menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (*)

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan