Jalan Nasional Kurang Mendapat Perhatian, Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebabnya
PALAGANMEDIA.ID, Samarinda – Kondisi jalan nasional di beberapa wilayah Kalimantan Timur saat ini mulai tampak kurang terawat, ternyata tak lepas dari kendala klasik yakni keterbatasan anggaran dari Pemerintah Pusat.
Usai berdiskusi intensif dengan UPTD Wilayah II PUPR PERA, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, mengungkapkan rasa prihatin mendalam. Dengan anggaran sekitar Rp 28 miliar, harus dibagi ke berbagai kebutuhan perbaikan jalan.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa perbaikan infrastruktur di Kaltim membutuhkan perhatian lebih serius dan solusi inovatif agar jalan-jalan nasional tetap bisa melaju mulus dan mendukung perkembangan daerah.
“Dari jumlah itu, Rp10 miliar digunakan untuk belanja BBM, sisanya Rp18 miliar harus dibagi untuk wilayah Kukar, Samarinda, dan Mahulu,” sebutnya.
“Dengan anggaran sebesar itu, sulit untuk mengcover semua kebutuhan pemeliharaan jalan,” lanjut Subandi.
Dirinya menilai, setelah keterbatasan anggaran, Dinas terkait juga mengalami keterbatasan lainnya yakni minimnya peralatan yang dimilikinya sehingga memaksa membagi tugas kerja.
“Ketika tidak mampu mengcover, mereka harus meminta bantuan ke wilayah lain,” ujarnya.
Sebagai informasi, UPTD Wilayah II hanya memiliki 3 unit eksavator, 3 unit motor grader, 2 unit vibrator roller, 1 unit loader, 1 unit tronton, dan 6 unit dump truck.
Lanjut, Subandi mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah jalan nasional di Kaltim perlu perhatian serius.
Seperti, Jalan di H.A.M Rifaddin yang menghubungkan Samarinda – Kukar dan jalan poros Samarinda-Balikpapan di Kilometer 28 batuah yang mengalami longsor.
“Meskipun statusnya jalan nasional, kita tetap berkomunikasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) untuk perbaikan sementara agar bisa dilalui,” ucapnya.
Dalam meningkatkan perawatan jalan nasional. Subandi menyebutkan salah solusi terbaik dengan melakukan penambahan anggaran bagi UPTD wilayah II.
“Supaya mereka bisa mengcover pekerjaan lebih banyak, sementara keluhan di masyarakat banyak sekali, jalan rusak, jalan berlubang, apalagi musim hujan begini,” ucapnya.
Subandi juga menyampaikan, pembebasan lahan menuju Bandara APT Pranoto via Bayur atau Batu Besaung sudah selesai. Namun, pengerjaan proyek ditunda sementara mengikuti efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Namun, karena ada efisiensi terkait program prioritas dan kondisi APBD, itu sementara dipending. Padahal itu akses terpenting untuk mengurai kemacetan menuju bandara,” ungkapnya.
Meski terbatas anggaran dan peralatan, UPTD Wilayah II tetap gigih merawat jalan di Samarinda, Kukar, dan Mahulu agar selalu layak dilalui.
DPRD Kaltim berkomitmen memperjuangkan peningkatan anggaran dan sinergi lintas sektor demi mobilitas masyarakat yang aman dan lancar.
“Solusi kami, satu-satunya adalah dengan memperjuangkan peningkatan anggaran,” tandasnya. (Ahmad/Adv/DPRDKaltim)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








