DP3A Kukar Dorong Anak Jadi Subjek Pembangunan, Forum Anak Dibentuk Hingga ke Desa
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mulai mendorong pendekatan baru dalam membina generasi muda. Tak hanya melindungi hak anak secara hukum dan sosial, DP3A kini fokus membangun ruang partisipatif agar anak-anak bisa menjadi pelaku aktif dalam pembangunan.
Salah satu langkah konkret yang tengah digalakkan adalah pembentukan Forum Anak di seluruh wilayah Kukar, termasuk hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menyatakan bahwa anak perlu diberi ruang untuk menyuarakan ide dan gagasannya, terutama dalam isu-isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka. Menurutnya, selama ini anak kerap diposisikan sebagai objek, bukan subjek pembangunan.
“Kita ingin ubah paradigma. Anak-anak bukan sekadar pendengar atau pelengkap acara, tapi harus diberikan ruang untuk terlibat, berdiskusi, dan didengar,” ujar Hero, Selasa (17/6/2025).
Forum Anak, lanjutnya, bukan sekadar wadah kegiatan seremonial. Ia menjadi instrumen pembelajaran langsung tentang kepemimpinan, demokrasi, serta proses musyawarah dan perencanaan pembangunan. Hero menegaskan bahwa keberadaan Forum Anak perlu diperkuat dalam agenda-agenda strategis, seperti Musrenbang tingkat desa maupun kecamatan.
“Ke depan kita ingin saat Musrenbang, ada suara anak yang mewakili generasi mereka. Ini adalah bagian dari investasi sumber daya manusia jangka panjang,” jelasnya.
Saat ini, DP3A Kukar telah melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada perangkat desa agar pembentukan Forum Anak masuk dalam prioritas kegiatan. Apalagi, Bupati Kukar telah mengeluarkan instruksi sebagai dasar hukum yang memperkuat gerakan ini.
“Forum Anak bukan program tambahan, tapi bagian dari komitmen kita terhadap pemenuhan hak partisipasi anak yang sudah dijamin dalam Undang-Undang,” tegas Hero.
Ia menambahkan, dari forum inilah akan lahir bibit-bibit pemimpin muda yang tangguh, terbiasa menyampaikan aspirasi dengan etika, dan memahami proses pembangunan sejak usia dini. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan pandangan terkait isu sosial, pendidikan, lingkungan, dan kekerasan.
“Anak-anak itu peka dan punya ide-ide segar. Kita hanya perlu mendengar mereka lebih banyak,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






