Apresiasi Langkah Pemprov Kaltim, Sarkowi Sebut Kesehatan Gratis Sangat Membantu
PALAGANMEDIA.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Kaltim yang tinggal di luar daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zuhry, menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinkronisasi data dan kesiapan sistem administrasi, terutama antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
Ia pun mengapresiasi langkah strategis Gubernur yang berhasil menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya para mahasiswa asal Kaltim yang tengah menuntut ilmu di luar kota.
Namun Sarkowi mengingatkan, tanpa data yang akurat dan pelayanan BPJS yang optimal, program mulia ini justru bisa menimbulkan masalah baru di masyarakat. Oleh sebab itu, koordinasi yang solid dan pengelolaan data yang rapi mutlak diperlukan demi kelancaran dan manfaat yang maksimal.
“Yang paling penting sekarang adalah pemutakhiran data peserta BPJS. Jangan sampai niat baik ini malah menimbulkan kebingungan saat warga mengakses layanan di luar daerah,” ucapnya.
Sarkowi menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali menggelar rapat bersama BPJS Kesehatan untuk mengevaluasi berbagai permasalahan yang kerap muncul di lapangan, terutama terkait pelayanan BPJS di wilayah Kaltim.
“Kalau di dalam daerah saja masih banyak tantangan pelayanan, tentu akan lebih kompleks jika diterapkan di luar daerah tanpa persiapan yang memadai,” ujarnya.
Sarkowi menegaskan pentingnya kolaborasi erat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan integrasi data kepesertaan dan distribusi anggaran berjalan dengan efektif dan transparan.
Meski menyadari bahwa program layanan kesehatan gratis ini akan berdampak pada anggaran belanja daerah, Sarkowi percaya Pemprov Kaltim telah melakukan pertimbangan fiskal yang matang demi mengoptimalkan manfaat di tengah keterbatasan anggaran.
“Ini tahun berjalan, jadi anggaran yang dipakai masih berdasarkan RPJMD pemerintahan sebelumnya. Gubernur baru akan mulai leluasa menyusun program mulai 2026. Jadi harus kita lihat secara realistis,” tuturnya.
Sarkowi mengutarakan bahwa keberhasilan program kesehatan gratis tergantung pada pelayanan yang di berikan oleh pihak rumah sakit.
“Kuncinya ada di pelayanan. Kalau pelayanan baik, program ini akan jadi legacy positif,” tutupnya. (Ahmad/Adv/DPRDKaltim)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







