Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Pembangunan Tak Merata, Kades Sungai Payang Soroti Jalan Rusak dan Jembatan Usang

Pembangunan Tak Merata, Kades Sungai Payang Soroti Jalan Rusak dan Jembatan Usang

Foto : Kades Sungai Payang, Arbaen (Istimewa)

TENGGARONG – Meski sebagian wilayahnya berada dalam zona Ibu Kota Negara (IKN), Desa Sungai Payang di Kecamatan Loa Kulu masih bergelut dengan keterbatasan infrastruktur. Kondisi ini memicu protes dari Kepala Desa (Kades) Sungai Payang, Arbaen, dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kutai Kartanegara dan perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Loa Kulu.

“Bayangkan, satu-satunya jembatan kayu yang masih ada di Kukar justru berada di desa kami, yang 50 persen masuk wilayah IKN. Sementara, jembatan yang sudah bagus malah dibangun ulang,” kritik Arbaen, Rabu (23/7/2025).

Arbaen menyoroti ketimpangan kebijakan pembangunan infrastruktur yang terjadi. Menurutnya, prioritas pembangunan tidak menyentuh kebutuhan mendesak warga. Ia mencontohkan akses jalan utama menuju lima desa yang belum diperbaiki, padahal menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat.

“Jalan yang menjadi urat nadi kami justru tidak pernah disentuh. Sementara jalan yang sudah semenisasi malah diaspal ulang. Ini ironi,” lanjutnya.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan semata keluhan tanpa dasar, melainkan bentuk tuntutan agar pembangunan dilakukan secara adil dan merata. “Kami bukan sekadar datang bawa proposal. Kami datang bawa beban warga yang butuh perhatian nyata,” ujar Arbaen dengan nada tegas.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, mengakui masih adanya ketimpangan pembangunan di sejumlah kecamatan, termasuk Loa Kulu. Ia menegaskan bahwa DPRD Kukar akan memperjuangkan alokasi anggaran yang lebih merata.

“Kami mendorong pemerataan anggaran, minimal Rp50 miliar per kecamatan. Jalan rusak di Loa Kulu, termasuk Sungai Payang, harus segera diperbaiki,” ucapnya.

Ahmad Yani juga menyinggung sejumlah titik rawan longsor seperti di wilayah Margahayu dan Jonggon yang harus segera ditangani sebelum memakan korban. “Jangan tunggu jatuh korban baru bergerak. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan