Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Konflik Tambang Kian Memanas, Pemdes Loa Raya Lakukan Mediasi

Konflik Tambang Kian Memanas, Pemdes Loa Raya Lakukan Mediasi

Foto : Kepala Desa Loa Raya, Martin (Istimewa)

TENGGARONG – Ketegangan akibat sengketa lahan imbas aktivitas tambang ilegal kembali menyeruak di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Tapi alih-alih membiarkannya membesar, Pemerintah Desa memilih mengambil peran proaktif, memediasi dan membuka ruang dialog untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, tak tinggal diam. Ia turun langsung memfasilitasi mediasi antara warga yang bersengketa dengan pihak yang mengklaim lahan tambang. Mediasi pertama digelar Senin (14/7/2025), namun belum menemui titik temu. Maka, mediasi lanjutan dijadwalkan Rabu (16/7/2025), langsung di lokasi objek sengketa.

“Kami ingin semua pihak bicara dari hati ke hati di tempat kejadian. Lihat langsung. Rasakan langsung. Harapannya, suasana di lapangan bisa mencairkan ketegangan,” ujar Martin, Selasa (15/7/2025).

Ia menegaskan, pemerintah desa berdiri di tengah, bukan memihak siapa pun. Perannya adalah menjadi penjaga ruang damai, bukan penentu siapa benar siapa salah.

“Kami bukan hakim. Tapi kami bisa jadi jembatan. Kalau masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, itu jauh lebih baik ketimbang harus masuk ke meja hukum,” imbuhnya.

Martin juga menyayangkan minimnya komunikasi warga dengan pemerintah desa dalam urusan kerja sama tambang. Ia menilai, banyak konflik tambang terjadi karena ketertutupan dan kurangnya pemahaman hukum dari warga.

“Banyak yang baru datang ke kami setelah masalah muncul. Padahal kalau dari awal bicara, kita bisa cegah tambang ilegal sejak dini,” tegasnya.

Ke depan, Pemdes Loa Raya akan memperkuat edukasi hukum kepada masyarakat. Mulai dari pentingnya perizinan resmi, bahaya kerusakan lingkungan, hingga prosedur pelaporan aktivitas tambang ilegal akan menjadi agenda prioritas sosialisasi desa.

Pemerintah desa berharap mediasi lapangan nanti bisa melahirkan solusi yang damai dan berkelanjutan. Bagi Martin, kunci menyelesaikan masalah lokal bukan terletak pada aturan semata, tapi pada itikad baik dan komunikasi yang jujur.

“Kita tidak mau api kecil ini jadi besar. Kalau semua pihak duduk bersama dengan kepala dingin, insyaAllah ada jalan tengah,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan