4.000 UMKM Masih Perlu Sentuhan, Pemkab Kukar Genjot Pembinaan dan Sertifikasi Halal
TENGGARONG – Ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menanti pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Dari sekitar 4.000 UMKM binaan yang terdata, baru sekitar 1.500 yang masuk dalam proses pembinaan aktif.
Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kukar, yang kini mulai memperkuat langkah-langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas, baik dari sisi kualitas produk hingga perluasan pasar.
Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur, menekankan bahwa penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan lintas sektor. Ia menilai kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perindustrian sangat dibutuhkan dalam mempercepat proses pendampingan.
“Ke depan, kita lakukan pembinaan lebih terstruktur. Termasuk sertifikasi halal, yang masih minim di kalangan pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan dan minuman,” jelas Ahyani, Rabu (4/6/2025).
Menurutnya, sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tapi juga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar produk lokal Kukar.
Ia pun memastikan Pemkab Kukar akan terus hadir memberikan berbagai dukungan nyata, mulai dari pelatihan, kemudahan perizinan, pembiayaan, hingga akses pemasaran yang lebih luas.
“Kita ingin UMKM di Kukar tidak hanya bertahan, tapi juga mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Kukar)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now





