Desa Teluk Dalam Siapkan Rumah Singgah Berbasis UMKM untuk Dorong PAD dan Ekonomi Warga
TENGGARONG – Inovasi ekonomi desa kembali muncul dari Kecamatan Tenggarong Seberang. Pemerintah Desa Teluk Dalam tengah menggagas pembangunan rumah singgah berkapasitas 20 kamar sebagai aset produktif yang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus ruang pemberdayaan warga.
Rumah singgah ini tidak sekadar disiapkan sebagai tempat inap biasa, tapi sebagai pusat ekonomi berbasis pelayanan publik. Lokasinya pun strategis—berada tepat di depan kantor desa dan tak jauh dari lokasi rencana pembangunan rumah sakit.
“Ini bukan hanya soal bangunan. Rumah singgah kami rancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi langsung,” ujar Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, Selasa (5/8/2025)
Dengan konsep pelayanan menyeluruh, pengelolaan rumah singgah akan melibatkan masyarakat desa. Mulai dari layanan kebersihan, konsumsi, hingga operasional resepsionis akan dikerjakan oleh warga. UMKM lokal pun akan difungsikan untuk menyuplai makanan, minuman, dan kebutuhan tamu lainnya.
“Kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi kecil di sekitar rumah singgah. Jadi, perputaran uang bisa langsung dirasakan warga,” jelas Supian.
Selain memenuhi kebutuhan akomodasi bagi pendatang yang berkunjung ke Kukar untuk keperluan kerja, keluarga, atau layanan kesehatan, rumah singgah ini juga disiapkan sebagai ruang pengembangan ekonomi kolaboratif antara desa, UMKM, dan investor lokal.
Supian menyebut pembangunan akan dilakukan secara bertahap menggunakan Dana Desa. Pihaknya juga terbuka menjalin kerja sama dengan mitra swasta yang memiliki komitmen pada prinsip pembangunan berbasis masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar pemanfaatan aset ini sejalan dengan regulasi dan bisa memberi dampak luas,” tegasnya.
Jika berjalan sesuai rencana, rumah singgah ini akan menjadi contoh nyata bagaimana desa dapat mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan aset publik yang kreatif dan partisipatif.
“Harapan kami, PAD meningkat dan kembali digunakan untuk mendanai program pembangunan dan pemberdayaan warga ke depan,” tutup Supian. (Adv/Diskominfo/Kukar)
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






