Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Tekan Stunting 50 Persen, Muara Muntai Ilir Buktikan Gotong Royong Lebih Kuat dari Sekadar Program

Tekan Stunting 50 Persen, Muara Muntai Ilir Buktikan Gotong Royong Lebih Kuat dari Sekadar Program

Foto : Kepala Desa Arifadin Nur (Istimewa)

TENGGARONG – Di saat banyak daerah masih bergelut dengan kasus stunting, Desa Muara Muntai Ilir di Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), justru tampil jadi inspirasi. Hanya dalam setahun, jumlah balita berisiko stunting di desa ini berhasil ditekan hingga turun 50 persen dari 33 anak menjadi 15.

Keberhasilan ini bukan semata hasil program pemerintah, melainkan buah nyata dari gotong royong warga, mulai dari kader posyandu, ketua RT, hingga masyarakat itu sendiri.

“Alhamdulillah, program intervensi yang kami jalankan mulai menunjukkan hasil. Tapi yang paling penting adalah keterlibatan semua unsur warga,” ujar Kepala Desa Arifadin Nur, Jumat (25/7/2025).

Setiap tahun, desa rutin menggelar rembuk stunting, sebagai ruang evaluasi dan perbaikan arah program. Salah satu perhatian utama adalah memastikan akurasi alat ukur posyandu seperti timbangan dan pengukur tinggi badan, yang selama ini jadi kunci pemetaan kondisi balita.

Namun, senjata utama Muara Muntai Ilir bukanlah alat canggih, melainkan semangat jemput bola dari warga.

“Kalau ada anak yang tidak dibawa ke posyandu, kader dan ketua RT siap mendatangi rumahnya. Itu sudah jadi bagian dari strategi desa,” jelas Arifadin.

Desa juga menerapkan review bulanan terhadap kinerja posyandu, memastikan pelayanan tetap responsif terhadap kasus gizi buruk. Dengan pendekatan ini, posyandu bukan sekadar tempat timbang badan, tetapi menjadi pusat perhatian tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Tak heran jika dalam setahun, grafik stunting di desa ini anjlok drastis. Tapi Arifadin tak ingin berpuas diri. Ia menyebut capaian ini sebagai awal dari perjuangan yang lebih besar.

“Kami menargetkan angka stunting bisa ditekan lagi. Harapannya, tak ada lagi anak di desa ini yang tumbuh tidak optimal karena kekurangan gizi,” tegasnya.

Muara Muntai Ilir kini menjadi bukti bahwa desa bisa jadi garda depan dalam urusan besar seperti stunting, asalkan ada komitmen dan kerja kolektif. Karena untuk urusan masa depan anak-anak, semua pihak punya peran, tak hanya pemerintah. (Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan