Palagan Media
Beranda Kutai Kartanegara Kukar Mulai Kembangkan Melon Hidroponik

Kukar Mulai Kembangkan Melon Hidroponik

Foto : Bupati Kukar saat ikut agenda panen buah melon (Istimewa)

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong inovasi pertanian modern dengan mengembangkan budidaya melon hidroponik.

Program ini menjadi salah satu strategi Pemkab Kukar dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung kemandirian ekonomi pesantren melalui sektor pertanian berbasis teknologi.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pengembangan pertanian hidroponik memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian daerah.

Sistem ini tidak hanya lebih efisien dibandingkan metode konvensional, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing di pasar.

“Kami ingin budidaya melon hidroponik ini menjadi contoh nyata bahwa pertanian modern dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pesantren. Dengan sistem ini, produktivitas lebih tinggi, biaya operasional lebih efisien, dan hasil panen lebih cepat,” ujar Edi saat menghadiri panen perdana melon hidroponik di salah satu pesantren di Kukar, Jumat (28/2/2025).

Melon hidroponik dikembangkan dengan sistem tanpa tanah, di mana tanaman ditanam menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi esensial.

Keunggulan utama metode ini adalah efisiensi penggunaan lahan, pengendalian hama yang lebih baik, serta kualitas panen yang lebih terjaga.

“Sistem hidroponik ini memungkinkan panen yang lebih cepat dan hasil yang lebih baik. Jika dikelola dengan serius, ini bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” kata Edi.

Menurutnya, pengembangan budidaya melon ini juga memberikan dampak positif bagi pesantren.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, pesantren dapat menjadikan pertanian sebagai sumber pendapatan tambahan sekaligus memberikan edukasi kewirausahaan kepada para santri.

“Pesantren yang mengelola pertanian ini bisa mandiri secara ekonomi. Selain membantu biaya operasional pesantren, para santri juga mendapatkan ilmu praktis tentang pertanian modern,” tambahnya.

Pemkab Kukar berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian hidroponik melalui berbagai program, termasuk pelatihan teknis, bantuan peralatan, serta akses ke pasar.

“Kami tidak hanya mendorong masyarakat untuk bertani, tetapi juga memberikan pendampingan agar hasil pertaniannya berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi,” ujar Edi.

Ia juga mengajak petani muda atau petani milenial untuk berani berinovasi dengan pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, pertanian modern bukan lagi sektor tradisional, melainkan bisnis yang menjanjikan jika dikelola dengan cara yang tepat.

“Saya ingin petani muda di Kukar melihat pertanian sebagai peluang, bukan sebagai pekerjaan biasa. Dengan inovasi seperti hidroponik, kita bisa meningkatkan produksi sekaligus membuka pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Kukar akan terus mengembangkan berbagai komoditas lain menggunakan sistem hidroponik, seperti sayuran dan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi.

Dengan adanya program budidaya melon hidroponik, Pemkab Kukar optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang mandiri dalam sektor pangan.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan Kukar sebagai pusat pertanian modern yang tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga memiliki sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan,” tutup Edi.

Melalui program ini, Kukar tidak hanya berinovasi dalam sektor pertanian, tetapi juga membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi bagi peningkatan ekonomi petani dan pesantren.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, budidaya melon hidroponik di Kukar diharapkan terus berkembang dan menjadi model bagi daerah lain. (*)

(Adv/Diskominfo/Kukar)

Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan